Jawon Virtual Marketing | Jasa Kelola Website | Jasa SEO Website | Jasa Digital Marketing | Kelola Sosial Media | Buat Website Berkualitas | Oprimasi dan Kelola Wordpress

Strategi Marketing Lawas

Strategi Marketing Lawas, Yang Masih Dipakai Sampai Sekarang

Strategi marketing lawas bukan berarti ketinggalan zaman dan kampungan. Buktinya masih ada beberapa pengusaha yang masih menggunakan strategi lawas ini dalam memasarkan produk/jasanya. Apalagi sekarang sudah banyak pengusaha offline yang kemudian beranjak untuk berubah ke pemasaran digital marketing.

Seperti roti bakar yang sudah menyediakan pemesanan online lewat go food, kedai kopi yang mulai memperkenalkan namanya lewat media sosial dan masih banyak lagi pengusaha yang sudah menerapkan digital marketing. Alasanya mungkin cocok untuk meningkatkan omset penjualan mereka (lebih efisien) dan sudah terbukti.

Tapi apakah strategi marketing lawas yang masih digunakan hingga saat ini? Menurut Jawon Virtual Marketing ada 5 teknik pemasaran zaman dulu yang masih hidup berjaya sampai sekarang. Sebab masih ada yang menggunakan ini sebagai media promosi di bisnis tertentu. Bisnis yang menggunakan teknik ini tidak semua jenis usaha cocok menggunakanya loh. Penasaran apa saja bisnis yang cocok menggunakan teknik ini dan apa nama strategi marketingnya?? Berikut penjelasanya

5 Strategi Marketing Lawas Yang Masih Hidup Sampai Saat Ini

1. Word Of Mouth (Rekomendasi)

Apakah kamu pernah membeli barang ke sebuah toko berdasarkan rekomendasi dari teman? Saya yakin kamu sudah pernah ya. Nah, cara pemasaran berdasarkan rekomendasi inilah yang masih bertahan hingga saat ini. Tetapi mungkin penerapanya berbeda.

Pasalnya dulu rekomendasi  hanya lewat mulut ke telinga. Tetapi saat ini orang – orang mendapatkan informasi tentang rekomendasi dari ulasan para pelanggan, testimoni dan komentar positif lainya di akun media sosial atau website. Ya kan?

Lalu bagaimana cara menggunakan strategi  marketing word of mouth? Caranya berikan pelayanan penuh yang membuat pelanggan kamu merasa puas dengan layanan bisnis kamu. Sehingga nantinya pelanggan tersebut akan menceritakan sendiri  tentang bisnis kamu ke teman terdekatnya agar juga mengunjungi toko kamu.

Inilah mengapa Jawon Virtual Marketing (jasa kelola media sosial) masih menganggap teknik marketing lawas rekomendasi masih digunakan. Walaupun sudah berbeda dengan yang dulu, yang disebabkan semakin canggihnya media online dan sangat mudah untuk digunakan semua kalangan, dari muda hingga tua. Jadi wajar jika bisnis sate kambing, sate ayam dan kuliner yang sudah berdiri sejak puluhan tahun dulu masih bertahan kokoh sampai saat ini.

Karena mereka sudah memiliki pelanggan banyak yang akan selalu memberikan rekomendasi kepada orang – orang sekitarnya, hingga kepada cucu-cucunya. Artinya bisnis tersebut sudah mendapatkan nama baik di mata masyarakat. Sehingga saat ini bisnis tersebut tidak begitu perlu membutuhkan yang namanya strategi digital marketing. Hahaha mantap kan.

2. Beriklan di Radio

Masih sering mendengarkan siaran berita atau lagu di radio? Jika masih walaupun jarang, pasti kamu pernah mendengarkan beberapa channel radio menawarkan beberapa produk jualan seseorang lewat radio. Bisnis yang biasanya menggunakan iklan radio seperti sunat, terapi tubuh, obat obat untuk orang tua selain itu ada juga iklan acara.

Strategi marketing beriklan di radio memang terdengar kuno, tapi bagi para pelaku bisnis yang cocok dengan teknik marketing akan beranggapan bahwa teknik ini masih bagus. Alasan radio masih bagus untuk iklan produk adalah radio saat ini bisa diakses dari mana saja. Tidak harus menggunakan radio, melainkan menggunakan handphone juga bisa.

Baca Juga : Bongkar Teknik Marketing Di Media Sosial

3. Jingle

Strategi marketing jingle juga tidak mau kalah dengan teknik digital marketing zaman sekarang. Jingle adalah teknik penjualan dengan menggunakan suara. Contohnya penjual suara es krim paddle pop yang sering lewat  pada siang hari. Pasti anak 90 an tahu suara khasnya bagaimana.

Penerapan jingle pada saat ini biasanya ada lewat televisi. Jika kamu ingin membuat jingle khusus untuk bisnismu sendiri, saran sebaiknya buatlah yang sederhana dan singkat. Dengan tujuan supaya jingle kamu mudah diingat masyarakat

4. Ngiklan di Koran

Strategi marketing lawas yang keempat adalah ngiklan di koran. Jika kamu masih sering membaca berita di koran pasti pernah melihat beberapa iklan di halaman khusus pada koran. Biasanya satu lembar koran di isi full dengan beberapa iklan yang menawarkan produk/jasa.

Mungkin peminat pembaca korang saat ini minim, tapi buktinya masih ada banyak  orang yang menggunakan teknik marketing ngiklan di koran.Ini membuktikan bahwa dengan cara mereka ngiklan di koran, omset jualan mereka naik tidak menurun.

Bisnis yang biasa ngiklan di koran seperti obat kuat, jual rumah, lowongan kerja, properti rumah, sedot WC dan masih banyak lagi. Mungkin anak muda zaman sekarang jarang banget tuh membaca koran dan biasanya yang hobi membaca korang adalah orang – orang yang sudah tua atau sudah berumah tangga. Maka jika bisnismu target marketnya bukan anak milenial. Mungkin teknik ngiklan di koran bisa kamu coba untuk menawarkan produk dan jasa kamu.

5. Nyebar Brosur

Kalian belakangan ini pasti pernah menjumpai beberapa orang yang menyebarkan brosur di perempatan jalan. Inilah yang membuktikan teknik marketing lawas nyebar brosur masih bertahan di zaman modern ini. Bisnis yang masih menggunakan teknik menyebar brosur sampai saat ini seperti toko elektronik, dealer motor, pijat alat vital, obat kuat dan lain-lain.

Entah ada berapa pelaku bisnis yang masih menggunakan teknik sebar brosur ini. Yang jelas teknik ini masih dipakai dan belum punah. Hehehe. Tapi ada juga loh yang mengkombinasikan teknik marketing lawas dengan teknik digital  marketing seperti lewat website dan media sosial.

Itulah 5 teknik marketing lawas yang masih bertahan hingga saat ini. Jadi kesimpulannya adalah penggunaan teknik penjualan lawas maupun baru bisa digunakan semua. Hal ini tergantung target market market jualan kamu dan kebiasaan tingkah laku pelanggan setiap hari. Dari sinilah kamu bisa memutuskan untuk menggunakan teknik penjualan offline atau online.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *