Jawon Virtual Marketing | Jasa Kelola Website | Jasa SEO Website | Jasa Digital Marketing | Kelola Sosial Media | Buat Website Berkualitas | Oprimasi dan Kelola Wordpress

Formula Menulis Copywriting

Formula Menulis Copywriting Yang Paling Efektif

Formula menulis copywriting – Halo para penulis, kali ini Jawon Virtual Marketing akan kembali membahas tentang dunia penulisan, khususnya menulis copywriting. Tentu kalian sudah tahu lah ya copywriting itu artinya apa, jadi tidak perlu untuk dijelaskan lagi tentang pengertianya. Karena saya tahu kamu pasti sudah berpengalaman dalam menulis copywriting. Hanya saja kamu sekarang sedang mengalami beberapa kendala dalam menemukan formula menulis copywriting. Ya kan?

Dalam dunia digital marketing, copywriting memang wajib untuk digunakan sebagai media promosi suatu produk atau layanan jasa.  Sebuah masalah target market kamu dalam berbisnis juga akan terasa kurang indah apabila tidak dituliskan ke dalam sebuah copywriting. Hanya saja kadang seorang copywriter merasa bimbang ingin membuat kerangka tulisan seperti apa atau merancang copywriting seperti apa, agar dapat menarik banyak pelanggan.

Tapi ada satu yang perlu kamu ingat, yaitu setiap kampanye pasti memiliki formula copywriting yang berbeda yang perlu divalidasi dalam serangkaian  usaha. Mulai dari pengetahuan mendalam tentang produk, riset, test, retest hingga launch. Nah, di artikel kali ini yang akan dibahas adalah tentang format dan formula menulis copywriting yang langsung diterapkan pada sales letter. Berikut penjelasanya.

Formula Untuk Menulis Copywriting Paling Ampuh

1. Header

Pada bagian header ini ibarat sebuah pintu masuk pelanggan. Header adalah bagian atas dari sebuah laman penjualan, poster, landing page dan media lainnya yang bisa digunakan pada sebuah kampanye marketing. Kepala copywriting ini begitu vital karena akan menjadi kalimat yang pertama kali akan dibaca oleh audience. Kalau header mu kurang menarik yang akan terjadi adalah seluruh komponen yang ada di bawah header tidak ada gunanya alias tidak terbaca.

Oleh sebab itu header memegang peran penting dan sangat berat dalam copywriting. Penulis bakal memerlukan waktu yang cukup banyak dan perhatian khusus dalam proses pengerjaan. Header secara umum terbagi menjadi dua yaitu pre-head dan headline :

2. Pre-head

Pre-head adalah bagian sebelum headline yang memuat buyer persona atau social proof (mungkin juga gabungan dari keduanya). Buyer persona adalah audience yang menjadi target utama kampanye kamu. Jadi tujuanya adalah ketika ada audience yang membaca kampanye, kamu dapat preheat buyer persona langsung tertarik untuk membaca dan menggunakan penawaran tersebut. Contohnya “hay pecinta hewan reptil”, “halo ibu-ibu muda” dan seterusnya.

Contoh pre-head social proof “telah membantu 1000 wanita Indonesia”, “bukan sekedar makanan: dan lain-lain. Nah jika kamu ingin menggabungkan keduanya contohnya gini “sudah membantu ribuan pebisnis seperti anda”, Sudah membantu 1000 wanita Indonesia seperti anda”.

3. Headline

Headline adalah bagian dari kampanye yang mampu menjelaskan semua isi copywriting. Penjelasan gini, ketika audience membaca headline yang kamu rancang maka secara otomatis audience tersebut akan langsung bisa menggambarkan apa maksud dari kampanye tersebut. Sehingga audience secara otomatis akan lanjut untuk membaca copywriting tersebut. Headline juga tidak kalah penting dengan pre-head, dan pada umumnya gaya tulisan untuk headline umumnya ukuran huruf yang lebih besar dari pada yang lain.

Baca Juga : Content Writing vs Copywriting Menurut Para Ahli

4. Deck

Deck atau deck copy adalah tulisan yang berisi ringkasan tentang seluruh hal penting yang akan tertulis di dalam sebuah kampanye, biasanya terletak di antara header dan body. Pada bagian deck ini kamu bisa menuliskan  apa saja benefit yang akan diperoleh dari fitur-fitur dari produk dan layanan kamu.

Penulisan deck copy pada umumnya tertulis dalam bentuk poin-poin secara singkat dan tidak berbentuk paragraf. Jadi usahakan untuk tidak membuat kata-kata yang bertele-tele yang dapat menyebabkan audience malas untuk membaca.

5. Lead

Formula menulis copywriting selanjutnya adalah lead. Lead merupakan kalimat pertama konten yang memiliki tugas untuk menuntun audience untuk membaca seluruh isi promosi. Biasanya lead menggunakan kata sapaan kepada target market. Isi lead dapat berupa pernyataan, klaim, informasi umum, data dan lain sebagainya.

6. Body

Bagian body pasti kamu sudah tahu tentang apa. Isinya tentu beda dari bagian awal seperti headline. Bagian body umumnya akan terisi  sebuah kata paling panjang dari yang lain dan paling rinci dari sebuah sales letter.

Tapi jangan salah memahami kata panjang dari yang lain. Maksudnya buatlah kalimat yang mudah untuk dipahami dengan cara menyisipkan beberapa gambar pendukung yang dapat menambah daya tarik audiens untuk membaca kampanye kamu.

Pada bagian body kamu juga bisa menuliskan cerita dan juga sebuah pertanyaan. Pertanyaan ini tentu tentang masalah tentang calon pelanggan kamu. Yang kemudian kamu memberi solusinya pada sebuah kampanye tersebut.

Sebuah studi dari The American Press Institute menyebutkan jika kalimat dengan panjang kurang dari 12 kata akan meningkatkan pemahaman hingga 711%, daripada dengan paragraf yang tersusun dari 54 kata atau lebih.

7. Prove

Prove adalah bukti. Bukti di dalam dunia digital marketing biasanya dalam bentuk  testimoni dari beberapa pelanggan yang sudah merasa puas dengan pelayanan bisnis kamu. Tapi tidak hanya testimoni, ada beberapa contoh prove yang bisa kamu cantumkan dalam copywriting seperti review, credibility, stamp of approval, social proof atau juga bisa mengkombinasikan semua prove yang ada.

Fungsi utama prove adalah untuk menginformasikan manfaat yang akan diperoleh pembaca dengan bukti nyata dan akurat sehingga menghapus rasa ragu dan takut. Karena pada dasarnya banyak audiens yang merasa ragu ketika ingin membeli produk atau menggunakan layanan, dan mereka membutuhkan suatu hal yang dapat meyakinkan mereka untuk itu.

8. Risk Reversal

Bagaimana cara membuat agar penawaran kamu tidak di tolak audience atau anti penolakan? Caranya dengan menggunakan risk reversal. Sebab dengan menggunakan risk reversal kampanye kamu akan sulit untuk dilewatkan begitu saja. Jadi risk reversal merupakan senjata pamungkas untuk menyempurnakan sebuah laman penjualan.

9. CTA

CTA merupakan komponen terpenting di dalam membuat copywriting. Pasalnya CTA ini memiliki fungsi supaya target market melakukan aksi dengan cepat hanya dengan cara sekali pencet pada tombol ini. Seperti melakukan aktivitas untuk mendaftar membeli produk dan menggunakan jasa/layanan.

Baca Juga : Fungsi CTA Di Landing Page

10. FAQ

FAQ (Frequently Asked Questions) atau daftar pertanyaan yang paling sering muncul dari target market kamu. Seseorang yang ingin melakukan aksi pasti di dalam benaknya akan muncul beberapa pertanyaan, yang kemudian pertanyaan tersebut sebisa mungkin kamu bisa menjawab dalam menulis copywriting.

Memang tidak mudah untuk menganalisis apa yang ada di dalam pikiran audience, tapi bukan berarti hal ini mustahil untuk dilakukan. FAQ bisa dilakukan dengan melakukan beberapa riset kepada target market kamu dari mengajukan beberapa pertanyaan pancingan, misal dari instorry instagram dan media sosial lainya.

Jadi ketika kamu sudah mengetahui pertanyaan target market maka kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut dalam copywriting atau kampanye yang kamu buat. Agar audiens merasa tambah yakin untuk menggunakan layanan kamu.

Sekian informasi tentang formula menulis copywriting, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu kamu dalam menulis copywriting yang menjual. Selamat mencoba…..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *